ufal's log
2025-06-29-01
Harusnya gue segera tidur karena subuh udah harus siap buat jualan di CFD. Tapi gue masih mikir hal-hal terkait diskursus seputar mobage yang masih terus-menerus diperbincangkan tanpa henti. Perbandingan di antara judul-judul yang sudah ada tidak pernah usai, baik secara positif atau negatif. Tentu subyek yang paling sering diomongin adalah Genshin. Bahkan yang topik utamanya bukan Genshin pun masih kesebut dia.
Jujur, sampai sekarang sebenarnya gue masih ada ketertarikan sama Genshin. Gue masih ada beberapa karakter favorit di sana, gue suka vibe landscape di sana, design-wise juga masih oke karakternya, bahkan buat lore dan ceritanya juga masih pengen tak ikutin dari lama. Masalahnya dimana?
Gue cuma gak suka open world yang terlalu "open", yang belum lagi karena ini live service, it feels like never ends kecuali end of service yang Genshin jauh dari kata itu. Let's be honest, Genshin is a success financially.
Let's be real, gue udah effed up sama game open world yang namanya "dunia nyata" dan gue masih harus berurusan sama game open world yang macem Genshin? Good lord, gue aja sama Arknek yang gak jago pun masih bersyukur bisa farm ditinggal, walau update QoL biar bisa queue terus stack aja nunggu bertahun-tahun. For note, what I said here is based on what I seen myself when I played Genshin three years ago, it might be different today. But no auto farming? I know it beats the purpose of open world.
But dude, suck it!
Masih banyak yang perlu gue bahas, tapi gue tambahin nanti di blog utama yang lebih proper.