ufal's log
2025-10-07-01
This kind of thing got me thinking, like, for sure banyak dari kita yang gak suka sama kinerja pemerintah. Rasa gak suka ini disalurkan dengan berbagai cara dan berbagai macam media. Salah satunya ya postingan di internet lah ya. Baik yang serius atau sekadar jenaka ada. Gue juga dah pernah berkali-kali nyenggol pemerintah dengan nada bercanda.
Tapi kalo merunut ke masalah yang ada di grup timpa teks dan sejenisnya, gue rasa emang ada hal yang perlu diberi batas karena nyatanya gak semua hasil pikiran bisa diutarakan begitu saja
Gue pribadi suka timpa teks atau timpa gambar. Mulai dari yang ngasal pake image editor bawaan Facebook atau terlalu niat sampai harus bangun dari kasur buat buka Photoshop di desktop.
Tapi materi yang gue bawa murni cuma karena gue pengen lucu-lucuan doang, topiknya juga seputar hobi dan minat gue doang. Not to mention gue cuma pos di profil sendiri, audiens mainly cuma temen dan bukan orang asing.
Sekarang gimana soal timpa teks Pak Purbaya kemaren? Udah publik di grup, engagement tinggi buat nyepongin algo, kena target yang jelas salah. Those boomers wouldn't ever know what the fuck is timpa teks, forever. Well, at least until they are dead. They only have their God's forsaken mind with teeny tiny knowledge about how internet works. Gak usah nyalahin "aelah boomer gak bisa tau kalo itu timpa teks" BECAUSE THEY WILL NEVER BE.
Look, gue gak mau holier than thou karena gue lebih rajin shitpost daripada makan, sudah cukup chronically online dari SMP, you know the drill. I probably post around 10-20 posts a day.
But here's a thing, those old people will learn nothing about us and our culture. They will always see the world with their own glasses, their own vision. Not us. Jadi ngelakuin yang kayak gini lagi bakalan jadi lingkaran setan, bikin terus rame terus hapus postingan dan klarifikasi. Unending cycle. Kecuali kalo emang masih mau gitu ya gue gak bisa mencegah ya, soalnya udah dewasa, 'kan.
Other than that, soal kritik kepada pemerintah, bagi kita emang lebih mudah untuk mengutarakan suaranya dulu lewat internet dan emang terbukti bahwa itulah yang kita lakukan selama ini. Gue gak expert di politik dan hukum, jadi gue gak bisa ngasih saran yang cukup. Tapi khusus buat timpa teks, it could be better, just do it with something else at least. Ini berbicara dengan sanity gue yang mudah goyah kalo ketemu orang banyak walaupun di internet. (Gue takut tiap notif gue mbludak).