ufal's log
2026-03-20-01
Gue openly salafi, ya. Dan gue juga overall ngikut kata pemerintah. Seems just about right. Right?
Gue beberapa hari terakhir jarang buat buka Facebook. Either karena kerjaan atau karena emang pengen tenang aja. And I was right. Masalah penetapan 1 Syawal kemarin somehow feels new to the most of us. Banyak narasi dan diskursus jelek di sana-sini kalau denger-denger dari temen yang ngerasa risih. Dan tentu mereka dan aku yang baru ngecek sekarang merasa heran karena bukannya ini bukan hal baru kalau pemerintah serta NU dengan Muhammadiyah punya pendapat berbeda dalam menentukan penetapan awal bulan dalam kalender Hijriyah? Memang. Lalu apa inti masalahnya sekarang?
Hipotesis paling kuat atas kejadian ini kemungkinan adalah bagaimana etika berinternet mereka itu kurang. Pos yang mereka unggah biasanya publik dan tidak bisa serta-merta ditujukan ke orang-orang tertentu. Mereka menggunakan media atau platform yang kemungkinan orang yang bukan kelompok dia akan tahu dan bisa menafsirkan pesan yang disampaikan dengan makna yang berbeda. Tetapi tentu ada hal yang lebih penting di samping visibilitas dari apa yang mereka terbitkan, yaitu bagaimana kita bersikap dengan orang lain dari kelompok yang berbeda, baik secara langsung maupun tidak. Kita sebagai manusia memang masih wajar untuk memiliki rasa kontra dengan orang atau kelompok yang lain. Tetapi pikirkan kembali sebelum menyatakan suatu hal yang kontra dengan orang atau kelompok lain. Sebagian dari kita, termasuk aku sendiri, juga pernah melakukan ini. Jadi sebaiknya kita segera memperbaiki diri dan berhati-hati lagi ke depannya.
Kemudian untuk yang terakhir ini lebih spesifik ke diskursus ini, ya. Tidak ada yang salah untuk memilih ikut ormas atau pemerintah dalam menjalankan dan menghitung kalender Hijriyah sebagai patokan ibadah kita. Dan mengikuti pemerintah dalam menentukan 1 Ramadhan atau 1 Syawal tetapi tetap memiliki rasa kontra dengan aturan-aturan lainnya yang gak sesuai dari pemerintah itu juga bisa. Tidak lupa pula jika ada kelompok ormas yang memilih untuk puasa atau lebaran duluan padahal kita ngikut pemerintah karena manut sama hilalnya kelihatan atau tidak harusnya juga gak masalah. Keduanya gak ada yang salah. Justru salah jika kita menolak sepenuhnya salah satu darinya dan kita tidak memiliki dasar keilmuan atas pendapat kita. Ya, beribadah itu juga harus berilmu. Kita sebagai manusia dan sebagai bagian dari kaum muslimin juga harus dituntut kritis dalam menelaah suatu hal. Jangan asal menerima atau menolak.
Dan akhirul kalam, gue secara pribadi mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Mohon maaf lahir dan batin.