ufal's log

Windows 11 masih enak, somehow

2026-06-09-01

Contrary to what my friends percieve in me, gue sebenarnya masih gak masalah dengan Windows 11, like, at all. Sure, there are some caveats, but we will get to that thing later.

September tahun lalu, gue juga udah nulis mengenai topik serupa, bahkan pas itu gue juga posisi masih pegang backupan partisi Windows 11 Pro gue yang lama yang dikompres terus tak simpen di salah satu hard disk eksternal gue.

Gue emang memahami beberapa hal tertentu terkait dalam mengelola apa yang gue pake di komputer gue, jadi kebanyakan kasus yang dialami orang yang lebih awam jarang terjadi sama gue. Tapi alasannya gak cuma itu doang.

Gue posisi masih pake Athlon 200GE sampe sekarang yang on paper gak bisa pake Windows 11 untuk SKU yang konsumen, like, at all. The installer will gonna reject my desktop, baik upgrade atau fresh install. Dan ini juga berlaku buat major update.

Gue selama ini kalo mau major update ya fresh install juga, upgrading manually walau emang ada flag tertentu untuk jalanin executable setup-nya kayak buat Windows Server itu pun never leave a good taste in my mouth. Jadi emang mending pake fresh install aja sekalian, itupun kalo sempet dan ada waktu. Yang dimana topik ini juga gue sempet bahas beberapa tahun yang lalu.

Dan buat sekarang ini, dimana gue udah mainly pake Fedora Workstation sejak setahun yang lalu dan bahkan buat main Endfield aja pake Debian, gue kalo mau pake Windows tetep milih Windows 11 sekalipun yang LTSC.

Dibandingkan dengan Windows 10 LTSC 2021, Windows 11 LTSC 2024 memiliki possibility lebih besar secara fungsional bagi gue pribadi. Gue demen Snipping Tool yang baru dan gue cukup sering pake Winget (yang dimana thanks to Linux, gue justru jadi enak pake package manager di Windows). Itu cuma salah dua, tapi dengan menggunakan build yang lebih anyar, kemungkinan untukku menggunakan tool yang lebih anyar juga lebih memungkinan, despite emang udah dihilangin karena ini LTSC.

I know, there are Chocolatey and Scoop, tapi tetep enak pake Winget, subjectively. Plus, MS Store apps without MS Store. Less bloated is good, but at least I still can get some bloats that I want separately. Windows 10 LTSC secara teknis bisa, cuma ya gue gak mau jelimet on my own karena gue ekspek Windows to be... Windows, right? I just want to pick the easy path.

Dan gue sekarang masih kadang boot ke Windows 11 for work or need certain softwares. Gue bersihin printer gue Canon G1010 cuma bisa pake aplikasinya yang cuma ada di Windows. Gue take vokal buat rekaman di FL Studio pake AudioRelay juga enak pake Windows. But at least in my case gue emang ada dua SSD, jadi not a biggie in my mind to dual boot, or triple boot (because, you know, Debian buat main Endfield).

back to daily logs or back to the homepage