date_daily: 2025-07-13 thumbnail: none secret: false Menurut gue gapapa semacem organisasi dari negeri kita punya aktivitas atau cabang di negeri lain. Bawa budaya keluar karena kebetulan kita juga tinggal di sana dalam jangka waktu yang lama juga oke aja, because that's how thing works in the past by our ancestors. Yang jadi masalah buat orang-orang PSHT di Jepang adalah mereka semaunya sendiri, pake ruang publik seenaknya sendiri, gak ada rasa hormat sama orang yang punya rumah, benar-benar KY sama orang lain. Kenapa seni beladiri yang juga seharusnya melatih sikap dalam diri agar lebih baik dan berwibawa justru membuat diri menjadi sebaliknya? Kenapa bukannya apabila kena tegur tidak mencoba untuk introspeksi diri dulu? To put it bluntly, kenapa haus banget sama validasi? Kenapa haus banget buat disanjung? Tapi kenapa juga harus dalam bentuk kolektif? Kenapa harus berada di bawah kelompok untuk "eksis"? Dan kenapa juga harus di tempat umum, di negeri orang lagi? Kenapa harus out of fucking nowhere doing moves for no fucking reason but likes and comments? Dan kenapa perlu membalas dengan sindiran di interweb tanpa adanya aksi nyata yang beneran memiliki pengaruh? Di paragraf ini, gue udah kehabisan kata-kata. Gue lanjutin kapan-kapan kalo inget.