date_daily: 2025-08-02 thumbnail: none secret: false A little bit of context soal [pos sebelumnya](https://www.facebook.com/share/p/15uXteEKbr/), yang bundel 13 game gratis dari GOG. Yes, emang ada game bokepnya no cap. Visa dan Mastercard gak bisa dipake sebagai payment gate di Steam dan itch(dot)io oleh sebuah organisasi nonprofit Collective Shout dengan alasan terlalu banyak game bermuatan dewasa/pornografi di sana sehingga demi mencegahnya, organisasi ini meminta ke kedua payment gate tersebut buat gak bisa dipake lagi di Steam dan itch(dot)io. Harusnya dari sini udah jelas apa yang salah dari hal ini. Yang kena ya semua pengguna yang mau beli game yang bukan pornografi sekalipun juga gak bisa pake Visa dan Mastercard apalagi kebanyakan di luar sama terutama AS ya mereka mostly pake kartu kredit yang pake Visa, Mastercard atau Amex. Makanya pada gak suka sama cara main yang kayak gini, apalagi itungannya Collective Shout pihak di luar proses transaksi yang terjadi. Sure, di Indonesia emang enak. Buat penyedia layanan lokal kebanyakan udah nerima digital wallet dan QRIS. Kemaren DLsite udah bisa QRIS walau gak langsung. Google dan Apple udah bisa Gopay sama DANA. Steam bisa pake DANA sama Linkaja. Tapi emang sih banyak layanan luar yang gak ada alternatif lokalnya kayak itch(dot)io yang pake PayPal dan Stripe, yang ujungnya juga pake kartu kredit atau debit pake Visa dan Mastercard, 'kan. Tetapi intinya adalah gapapa censorship, asal jangan sama rata dan akhirnya gak bisa pake. Kalo masalah akses konten dewasa mah peran orang tua juga harus lebih kuat, gak cuma bersandar dengan aturan dari lembaga baik pemerintah atau swasta dengan membatasi akses sepenuhnya atau dengan syarat tapi mengancam privasi kayak yang dilakukan di Inggris dengan Online Safety Act baru-baru ini. This could be better, I guess. Referensi:
1. https://soatok.blog/2025/07/24/against-the-censorship-of-adult-content-by-payment-processors/